SMP Negeri 1 Pangkajene Batasi Penerimaan Siswa Baru Tahun 2025: Fokus pada Mutu dan Pendidikan Karakter

BERITA, PENDIDIKAN505 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Pangkep, SMP Negeri 1 Pangkajene mengambil langkah tegas dan strategis dalam menjaga mutu pendidikan pada tahun pelajaran 2025–2026.

Dalam pernyataan resminya, sekolah ini hanya akan menerima 352 siswa baru, dan semuanya dipastikan merupakan siswa-siswa terpilih yang memenuhi standar unggulan sekolah.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 1 Pangkajene, Dr. Mansyur, S.Pd., M.Pd., dalam acara Parenting & Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar di gedung pertemuan sekolah, Rabu (14/5/2025), dan dihadiri ratusan orang tua siswa baru.

“Kami ingin menjaga kualitas. Oleh karena itu, tahun ini kami hanya menerima 352 siswa terbaik. Harapan kami, siswa yang bergabung benar-benar siap mengikuti pola pendidikan berbasis karakter dan agama yang telah kami terapkan di sekolah ini,” ungkap Dr. Mansyur.

Dalam sambutannya, Dr. Mansyur juga mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan kehadiran para orang tua dalam acara tersebut. Ia menekankan pentingnya peran serta orang tua dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak-anak mereka.

“Kehadiran bapak/ibu hari ini menjadi bukti bahwa orang tua siap terlibat aktif mendukung proses pendidikan di sekolah. Peran aktif ini sangat penting untuk keberhasilan program pembelajaran dan pembinaan karakter anak-anak kita,” lanjutnya.

SMP Negeri 1 Pangkajene dikenal luas sebagai sekolah yang menekankan pendidikan agama dan akhlak sebagai dasar pembentukan karakter siswa. Tidak hanya pengetahuan umum, para siswa juga dibekali dengan pemahaman agama yang mendalam serta kebiasaan ibadah yang menjadi rutinitas di sekolah.

“Kami membudayakan akhlak islami di sekolah ini. Anak-anak dibiasakan beribadah, diajarkan adab, dan diarahkan untuk hidup dalam nilai-nilai moral yang tinggi,” terang Dr. Mansyur.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa peran keluarga sangat menentukan keberhasilan pendidikan karakter. Apa yang ditanamkan di sekolah, bisa rusak saat anak berada di rumah yang tidak mendukung nilai-nilai tersebut.

Dr. Mansyur menyoroti bahwa tantangan utama pendidikan karakter justru datang dari lingkungan rumah dan media digital. Ia menyebutkan contoh-contoh nyata bagaimana anak bisa kehilangan nilai-nilai baik ketika di rumah melihat perilaku yang tidak sesuai.

“Anak diajarkan sholat di sekolah, namun saat di rumah ayahnya tidak sholat. Di sekolah diajarkan adab berpakaian, tapi di rumah melihat ibunya berpakaian seronok. Ini jadi kontradiktif dan membuat pendidikan di sekolah tidak maksimal,”ujarnya tegas.

Ia juga menyoroti bahaya internet bebas yang dapat diakses anak-anak, termasuk paparan konten pornografi melalui game dan iklan digital.

“Saat anak bermain game, tak jarang mereka disuguhi gambar-gambar tidak pantas. Ini tantangan besar bagi dunia pendidikan dan bagi orang tua,” tambahnya.

Sebagai penutup, Dr. Mansyur mengajak seluruh orang tua siswa untuk membangun sinergi bersama sekolah dalam mendidik generasi masa depan.

“Kami di sekolah mendidik dan membina sebaik mungkin. Tapi itu semua hanya akan efektif jika didukung lingkungan rumah yang baik. Mari bersama-sama menjaga anak-anak kita dari hal-hal negatif,”tandasnya.

Dengan pembatasan jumlah siswa dan penguatan pendidikan karakter, SMP Negeri 1 Pangkajene menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mencetak siswa berprestasi, tetapi juga pribadi-pribadi yang berakhlak mulia, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *