Ada Apa Dengan Masyarakat Desa Tabo-tabo Butuh Perhatian Pemerintah, Simak Beritanya.!

BERITA DAERAH156 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Sangat miris untuk masyarakat desa Tabo tabo, karena persawahan dan perkebunan mereka tergantung curah hujan.

Dan desa Tabo-tabo dikenal oleh masyarakat luas khususnya kabupaten Pangkajene dan Kepulauan bahwa penghasil air, karena dikenal dengan adanya bendung Tabo tabonya, ternyata sumber airnya tidak dinikmati oleh petani setempat untuk mengairi persawahan dan perkebunan mereka.

Sehingga Hairil Anwar kepala desa yang saat ini menjabat menyampaikan suara hatinya untuk didengarkan oleh pemerintah daerah serta pemerintah pusat agar memperhatikan dan membantu masyarakat nya akan kebutuhan air untuk persawahan dan perkebunan yang ada di Desa Tabo – tabo yang mencapai 6.000 hektar.”
Selama ini, masyarakat tani Desa Tabo – tabo satu kali panen setahun, hanya mengandalkan air tadah hujan. Padahal, desa tabo – tabo memiliki bendung yang cukup terkenal (bendung tabo – tabo) yang mengairi persawahan di beberapa desa dan kelurahan seperti Desa Taraweang Kecamatan Labakkang, Kelurahan Sapanang Kecamatan Bungoro serta sejumlah persawahan di Kecamatan lainnya di Kabupaten Pangkep.”

Selama ini Masyarakat petani desa tabo – tabo hanya jadi penonton, dan jika melihat potensi alam desa ini sumber air cukup banyak namun infrastruktur untuk itu belum tersedia.”ungkap Kepala Desa Hairil Anwar kepada sejumlah awak media anggota Forum Jurnalis Pangkep saat bincang-bincang di kediaman Kepala Desa, pada Rabu (3/7/2024).

Kepala Desa Tabo – tabo Hairil Anwar mengharapkan bendung tabo – tabo ditingkatkan menjadi bendungan. Kalau bendung hanya menahan air, sementara kalau bendungan, dapat menyimpan air, yang dapat pula dinikmati oleh masyarakat desa Tabo – tabo dengan menggunakan system perpipaan atau dengan cara lain yang lebih efektif,”tandasnya.

Faktanya, masyarakat desa Tabo tabo tidak menikmati air dari Bendung Tabo tabo tersebut. Namun mendapatkan dampak negatif, karena ketika musim hujan yang panjang dan bendung meluap sebagian desa tabo tabo terendam air. Dan terjadi pengikisan pada tanah persawahan serta pinggir sungai khususnya di dusun Acedange Tabo tabo, “kata Hairil Anwar.

Kades Hairil Anwar mengemukakan bahwa warganya bercocok tanam di persawahan dan perkebunan hanya mengharapkan air hujan (sistem tadah hujan). Hal ini sangat memprihatinkan karena keberadaan bendung tersebut tidak berdampak positif terhadap warganya.Olehnya itu, Hairil Anwar sangat mengharapkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk membantu mencarikan solusi terbaik, mengingat hal ini sudah bertahun tahun dirasakan warga desa Tabo – tabo,” imbuhnya.

Kepala Desa Tabo – tabo Hairil Anwar menyebutkan bahwa pihaknya sudah pernah menyuarakan hal ini ke pihak balai besar pompengan jeneberang untuk membantu mencarikan solusi terbaik, mengingat masih ada sumber air di pegunungan di sekitar desa tabo tabo yang dikenal dengan air sungai batu putih yang mengalir ke Tombolo dan belum bisa dimanfaatkan masyarakat Tabo tabo, mengingat tidak ada prasarana untuk air masuk ke persawahan desa Tabo tabo. Keberadaan air sungai batu putih ini, mungkin bisa menjadi sumber air untuk pertanian masyarakat desa Tabo tabo sendiri,” harapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *