PANGKEP | Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep, Koordinator Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, gelar aksi unjuk rasa (Unras) menyoal Peraturan Bupati Pangkep No 31 tahun 2022, perihal problematika beasiswa. Selain itu, IPPM Pangkep juga menyoal pelayanan Rumah Sakit Pratama Sailus.
Unjuk rasa itu berlangsung di Jalan Poros Sultan Hasanuddin, Perapatan Taman Musafir, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Rabu (11/10/2023) kemarin.
Jenderal Lapangan (Jendlap), Aksani menyebut, IPPM Pangkep Koordinator Unismuh Makassar menilai Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) gagal menjalankan dasa citanya.
Sembari berorasi, Aksani mendesak Pemkab Pangkep menuntaskan penyaluran beasiswa sesuai Perbup, serta mendesak Pemkab Pangkep untuk mengoperasikan Rumah Sakit Pratama Sailus.
“Gagalnya Dasa Cita Bupati Pangkep, kami desak Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep untuk tuntaskan problematika beasiswa sesuai Perbup No 31 Tahun 2022. Kami juga mendesak Pemkab Pangkep untuk segera mengoperasikan RS Pratama Sailus,” tegasnya.
“Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin oleh Anggota DPRD Budiamin dan H Nurdin Mappiara yang dihadiri perwakilan beberapa dinas terkait. Dan mengenai tuntutan aksi, pihak Dinas Kesejahteraan Rakyat menyatakan bahwa meminta tenggang waktu satu minggu untuk koordinasi dengan pimpinannya atas persoalan tersebut, karena tidak cukup anggaran beasiswa yang disiapkan,” jelas Aksani.
“Terkait Rumah Sakit Pratama Sailus di Kecamatan Liukang Tangaya yang tidak beroperasi, bulan ini akan segera dioperasikan. Hal itu diungkapkan anggota Dewan Komisi E,” tambah Aksani.
Diketahui, pada aksi itu terlihat puluhan massa memblokade jalan poros Pangkajene sebagai bentuk protes, lantaran terdapat mahasiswa tidak menerima beasiswa dengan alasan keterbatasan anggaran yang disiapkan Pemkab Pangkep.
Sementara itu, Ketua IPPM Koordinator Unismuh, Wahyudi menerangkan, selain masalah beasiswa, pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Pratama yang telah diresmikan Bupati Pangkep hingga hari ini belum difungsikan.
“Bukan hanya persoalan beasiswa yang menjadi masalah di Kabupaten Pangkep, melainkan berbicara di kepulauan desa Sailus, dimana Pemerintah sudah lima bulan telah meresmikan Rumah Sakit Pratama tersebut, namun sampai hari ini tidak ada pelayanan yang beroperasi di Rumah Sakit Pratama Sailus,” pungkas Wahyudi.









